Menjaga Tradisi, Merawat Rasa: Sejarah Dodol Picnic Garut Sejak 1949
Perjalanan panjang kami dalam melestarikan kuliner tradisional Indonesia. Dari resep warisan leluhur yang otentik hingga bertransformasi menjadi ikon oleh-oleh khas Garut legendaris yang dicintai dari generasi ke generasi.
Rahasia Kelezatan Otentik Dodol Garut Asli dari Generasi ke Generasi
Di balik kelembutan tekstur dan manisnya Dodol Picnic, ada komitmen tanpa kompromi dalam menggunakan bahan alami pilihan. Kami memadukan dedikasi lokal dan standar modern untuk menghadirkan buah tangan berkualitas premium bagi keluarga Anda.
Lebih dari Sekadar Camilan: Cerita Dodol Picnic Menyatukan Kebersamaan
Jelajahi kisah dedikasi kami di balik pembuatan dodol Garut terbaik. Kami bangga tidak hanya menciptakan kudapan yang manis, tetapi juga menjadi bagian dari setiap momen hangat dan tradisi berbagi oleh-oleh otentik Nusantara.
1949
Awal Berdisi Dodol Halimah

H. Iton Damiri merintis usaha dodol skala rumahan di Jl. Gunung Payung, Garut dengan 5 karyawan.

1954
Pindah Lokasi & Ekspansi

Pabrik pindah ke Jl. CIledug, pemasaran luas ke kota-kota besar Jawa.

1957
Lahirnya Merek Dagang "PICNIC"

H. Aam Mawardi bergabung & merintis Dodol Herlinah. Nama "PICNIC" terinspirasi dari nama toko grosir yang ada di daerah Bandung.

1959
Merek Dagang "PICNIC" Dipatenkan

Resmi terdaftar di Direktorat Paten, nomor register 67595.Kemasan ditingkatkan menjadi karton duplex 200–1000 gram.

1973
Desain Ulang Kemasan
Desain Kemasan Dodol PICNIC Garut tahun 1974

Kemasan diperbarui mencegah pemalsuan akibat persaingan tidak sehat.

1986
Badan Hukum & Pabrik Baru

Resmi menjadi PT Herlinah Cipta Pratama yang berlokasi di Jl. Pasundan No.102, Garut.

1990
Penghargaan Bergengsi

Meraih penghargaan Upakarti & Siddhakarya di bidang produktivitas.

1996
Penghargaan Paramakarya

Meraih penghargaan Paramakarya di bidang produktivitas.

2000
Generasi ketiga memimpin

H. Ato Hermanto (putra Aam Mawardi) mengambil alih kepemimpinan.

2000-an
Inovasi Varian Rasa

Dari 1 rasa original berkembang menjadi 12+ varian:cokelat, jahe madu, jambu, nanas, stroberi, durian, brownies, dll.

Kini
Ikon Kuliner Nasional & Global

±350 karyawan, produksi 3–7 ton/hari.
Pasar: Jawa, Kalimantan, Sumatera, Bali.
Terkenal: Malaysia, Jepang, Arab Saudi, Singapura, Inggris.
Wisata pabrik terbuka untuk umum di Jl. Pasundan No. 102.